Pada sesi pertama, kajian disampaikan oleh KH. Zainal Arifin, MA yang mengupas secara mendalam tentang fiqh puasa. Beliau menjelaskan hukum, rukun, syarat, sunnah, hingga hal-hal yang membatalkan puasa, disertai dalil Al-Qur’an dan hadits. Penjelasan yang sistematis dan aplikatif membuat jamaah lebih memahami bagaimana menjalankan ibadah puasa secara benar sesuai tuntunan syariat.
Memasuki sesi kedua, materi dilanjutkan oleh dr. Ahmad Hasbi Al-Muzaky, dokter umum di RS Wijaya Kusuma sekaligus alumni SDIT Arrahmah. Ia menyampaikan tinjauan kesehatan terkait puasa, mulai dari manfaat medis, pola makan sahur dan berbuka yang ideal, hingga tips menjaga stamina selama berpuasa.
Menurutnya, puasa yang dijalankan dengan pola makan seimbang justru memberikan banyak manfaat bagi tubuh, seperti detoksifikasi alami, peningkatan metabolisme, serta pengendalian kadar gula dan lemak. Ia juga mengingatkan pentingnya hidrasi yang cukup saat malam hari dan menghindari konsumsi berlebihan saat berbuka.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi mengenai persoalan fiqh sekaligus kesehatan selama Ramadhan.
Panitia berharap kajian ini dapat menjadi bekal bagi umat Islam agar mampu menjalankan ibadah puasa dengan benar, khusyuk, dan tetap sehat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian program Ansyitah Ramadhan 1447 H dalam membangun kesiapan spiritual dan jasmani masyarakat menjelang bulan suci.
Dengan ilmu yang memadai dan niat yang tulus, Ramadhan diharapkan menjadi momentum peningkatan ketakwaan sekaligus perbaikan kualitas diri secara menyeluruh.***(Humas)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih sudah memberikan masukan