![]() |
| Siswa antusis menyimak pemaparan dari petugas museum |
www.sditarrahmahlumajang.sch.id | Agenda Sekolah - Pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Hal inilah yang dibuktikan oleh siswa SDIT Arrahmah Fase B (kelas 3–4) yang mengikuti kunjungan edukatif ke Museum Daerah Kabupaten Lumajang, Selasa (10 Februari 2026). Kegiatan dimulai pada pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan penuh semangat dan antusiasme.
Sebanyak 88 siswa, didampingi oleh guru kelas dan para pendamping, mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual untuk memperkaya wawasan sejarah dan budaya lokal. Sejak memasuki area museum, para siswa tampak tertib dan antusias menyimak setiap penjelasan yang disampaikan.
Museum Daerah Kabupaten Lumajang menyimpan beragam koleksi bersejarah yang mencerminkan perjalanan panjang peradaban masyarakat Lumajang. Mulai dari artefak purbakala, prasasti dan replika peninggalan sejarah, hingga koleksi seni dan budaya lokal seperti alat musik tradisional dan perlengkapan adat, semuanya disajikan sebagai media edukasi yang menarik bagi pelajar.
Para petugas museum berperan aktif dalam mendampingi rombongan siswa. Dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif, mereka menjelaskan fungsi, latar belakang sejarah, serta nilai budaya dari setiap koleksi yang dipamerkan. Hal ini membuat siswa lebih mudah memahami materi dan berani mengajukan pertanyaan.
“Anak-anak terlihat sangat tertarik. Mereka tidak hanya melihat, tetapi juga belajar memahami sejarah daerahnya sendiri,” ungkap salah satu guru pendamping di sela kegiatan.
Kunjungan ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah dan budaya daerah, serta kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan leluhur.
Melalui kegiatan kunjungan ke Museum Daerah Kabupaten Lumajang, SDIT Arrahmah berharap siswa dapat mengaitkan materi pelajaran di kelas dengan realitas sejarah yang ada di sekitarnya. Pembelajaran pun menjadi lebih hidup, kontekstual, dan berkesan — sebuah langkah nyata dalam mencetak generasi yang berpengetahuan, berkarakter, dan berbudaya.*** (Humas)

.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih sudah memberikan masukan