www.sditarrahmahlumajang.sch.id | Agenda Sekolah - Semangat menjaga kebersihan dan membangun karakter positif kembali hadir di SDIT Ar Rahmah melalui kegiatan Jumat Bersih yang dilaksanakan pada Jumat, 2 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi semakin istimewa karena bertepatan dengan Hari Batik Nasional, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Pekan ASTS Semester Ganjil.
Dengan mengenakan batik sebagai bentuk apresiasi terhadap warisan budaya Indonesia, para siswa kelas 5 dan 6 diajak untuk tidak hanya mengenal dan mencintai budaya bangsa, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekolah.
Kegiatan Jumat Bersih dipandu oleh Bidang Sarpras, Ustadz Suwono, dengan melibatkan siswa dan guru dalam pembagian wilayah kerja. Sebelum kegiatan, siswa kelas 5 dan 6 diarahkan untuk membawa alat kebersihan masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut, seluruh sampah dikumpulkan dengan prinsip pemilahan berdasarkan jenisnya. Para guru juga menyiapkan kantong sampah untuk memudahkan proses pengumpulan dan pemilahan.
Jumat Bersih bukan sekadar aktivitas membersihkan halaman sekolah. Di dalamnya terdapat proses pendidikan karakter yang mengajarkan tanggung jawab, gotong royong, disiplin, kepedulian, dan cinta terhadap lingkungan.
Bagi keluarga besar SDIT Ar Rahmah, menjaga kebersihan juga merupakan bagian dari pembiasaan nilai-nilai keislaman. Rasulullah ﷺ mengajarkan pentingnya kebersihan dan kesucian dalam kehidupan seorang muslim.
Allah SWT juga mengingatkan manusia untuk menjaga bumi dan tidak membuat kerusakan di dalamnya. Karena itu, merawat lingkungan sekolah dapat menjadi bentuk syukur atas nikmat Allah sekaligus amanah sebagai khalifah di bumi.
Momentum Hari Batik Nasional pun menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya membentuk anak yang berilmu, tetapi juga generasi yang mencintai budaya bangsa, peduli lingkungan, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab.
Di tengah rangkaian Pekan ASTS Semester Ganjil, kegiatan Jumat Bersih menjadi ruang belajar yang berbeda bagi para siswa. Mereka belajar bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari hasil akademik, tetapi juga dari karakter, kepedulian, kerja sama, dan kesediaan mengambil peran dalam kebaikan.
Semoga kegiatan ini menjadi pembiasaan yang terus tumbuh dalam diri setiap siswa: bersih lingkungannya, bersih hatinya, baik akhlaknya, dan kuat kepeduliannya. Karena sekolah yang bersih lahir dari tangan-tangan yang peduli, dan generasi yang peduli lahir dari pendidikan yang menanamkan iman, akhlak, serta tanggung jawab.***
























