Ciri-ciri Makhluk Hidup

www.sditarrahmahlumajang.sch.id - Makhluk hidup disebut juga organisme. Biotik merupakan komponen lingkungan hidup dari sekumpulan makhluk hidup atau organisme yang ada di lingkungan sekitar. Komponen-komponen biotik meliputi, manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan atau yang disebut makhluk hidup.


Ciri-ciri Makhluk Hidup 

 
1. Bernapas
Organ pernapasan manusia adalah paru-paru. Proses pernapasan pada manusia diawali menghirup udara dari hidung. Menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida dengan beberapa proses. Tubuh akan mengalami oksidasi biologi, terjadi pada sel-sel tubuh yang butuh oksigen. Proses tersebut akan menghasilkan karbondioksida karena terjadi proses pembakaran zat makanan oleh oksigen.

Pada tumbuhan, proses bernapas dinamakan dengan proses fotosintesis. Pada proses fotosintesis, karbondioksida akan diolah bersamaan dengan air dan sinar matahari. Proses tersebut berlangsung di stomata (mulut daun). Akan ada glukosa padat yang dikonsumsi oleh tumbuhan dari proses itu. Setelah itu oksigen akan dikeluarkan oleh tumbuhan melalui stomata.


2. Membutuhkan Nutrisi
Nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh meliputi makanan dan minuman. Minuman juga memiliki peran penting dalam perolehan nutrisi. Minuman atau air akan digunakan tubuh untuk zat pelarut di dalam tubuh.

Bagi manusia dan hewan, mereka tidak bisa menghasilkan makanan sendiri melalui tubuh. Akan tetapi, berbeda dengan tumbuhan. Tumbuhan bisa menghasilkan makanan melalui tubuhnya sendiri.


3. Bergerak 

Hewan dan manusia memiliki sistem gerak. Seperti otot, sendi, dan tulang yang bisa digunakan untuk bergerak.Hewan dan manusia menggunakannya untuk bergerak seperti berjalan dan berlari. Berbeda dengan tumbuhan, tumbuhan bergerak atas reaksi terhadap lingkungan.

Gerak yang terjadi pada tumbuhan pun hanya terjadi pada beberapa bagiannya saja, yaitu terbatas. Contohnya seperti gerak pada bunga dari kuncup menjadi mekar, ketika tumbuhan bergerak mencari air atau sinar matahari. Ada beberapa jenis gerak pada tumbuhan, yaitu Gerakan taksis, Gerak nasti, dan Gerakan tropisme. Gerakan-gerakan tersebut terjadi karena adanya reaksi hormone pada tumbuhan, contohnya seperti hormone auksin.


4. Bereaksi pada Rangsang atau Iritabilitas
Setiap makhluk hidup pasti bisa menanggapi atau menerima suatu rangsangan. Rangsangan yang dapat dirasakan oleh makhluk hidup seperti bunyi, cahaya, rasa, sentuhan, bau, dan lain-lain.

Reaksi pada rangsangan yang dapat dirasakan oleh hewan dan tumbuhan terjadi karena memiliki sebuah sistem khusus. Sistem tersebut ialah sistem saraf, sistem hormon, sistem otot dan sistem indra. Hal tersebut membuat hewan dan manusia dapat mendengar, mencium, melihat, menyentuh atau meraba, dan dapat merasakan sebuah rasa.
Berbeda dengan tumbuhan. Tumbuhan tidak memiliki sistem-sistem yang ada pada hewan dan manusia. Akan tetapi, tubuhan tetap bida mereaksi pada rangsangan. Seperti ketika adanya cahaya matahari, gaya Tarik bumi, sentuhan, keberadaan zat kimia dan air.


5. Tumbuh dan Berkembang
    Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi meliputi bertumbuhnya dan perkembangan tubuh. Seperti bertambahnya tinggi badan manusia dan hewan, bertambahnya berat badan, volume, dan lain-lain. Pada hewan dan manusia pertumbuhan dan perkembangan tidak terjadi secara terus menerus, suatu saat dapat berhenti. Sedangkan pertumbuhan pada tumbuhan tidak terbatas. Selama tumbuhan masih hidup, maka pertumbuhan dan perkembangan akan terus terjadi.

 

6. Bereproduksi atau Berkembang Biak
Manusia berkembang biak hanya secara beranak. Akan tetapi, hewan berkembang biak melalui beberapa cara. Cara-cara tersebut antara lain beranak, bertelur, membelah diri, beranak dan bertelur dan lain-lain. Sedangkan tumbuhan berkembang biak dengan cara yang berbeda. Proses yang terjadi pada tumbuhan dapat berlangsung secara vegetatif (tidak kawin) dan generatif (kawin). Contoh secara vegetatif adalah melalui tunas, umbi, geragih, akar tinggal, spora, atau membelah diri. Sedangkan contoh secara generatif melalui proses penyerbukan.


7. Mengeluarkan Zat Sisa
    Hewan dan manusia memiliki cara yang sama untuk mengeluarkan zat-zat sisa. Zat sisa tersebut dikeluarkan secara dalam bentuk gas, zat cair, dan zat padat. Berbeda dengan tumbuhan. Tumbuhan mengeluarkan zat sisa melalui stomata.


8. Beradaptasi
Adaptasi adalah proses penyesuaian diri. Proses ini diperlukan untuk menjaga keseimbangan sekaligus bertahan hidup. Ketika makhluk hidup tidak bisa beradaptasi dengan lingkungannya, ia harus berpindah tempat. Berpindah ke tempat lain untuk beradaptasi. Jika makhluk hidup tersebut tidak berpindah tempat tetapi tidak dapat beradaptasi juga, maka ia akan mati.

Adaptasi makhluk hidup perlu dilakukan agar mereka bisa bertahan hidup melewati situasi yang berubah-ubah.

Adaptasi dibedakan menjadi 3 kategori, yaitu adaptasi morfologi (fisik), fisiologi (organ dalam tubuh), dan tingkah laku.

 

1. Adaptasi Morfologi

Adaptasi morfologi merupakan bentuk adaptasi berdasarkan bentuk tubuh sehingga makhluk hidup bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Adaptasi morfologi juga kerap disebut adaptasi fisik karena perubahannya bisa dilihat secara kasat mata, seperti perubahan panjang kaki, tumbuhnya gigi, bertambahnya jumlah daun pada tumbuhan, dan lain-lain.

Manusia mengalami adaptasi morfologi mulai dari lahir sampai meninggal. Contohnya, bayi baru lahir belum bisa makan nasi karena giginya belum tumbuh, namun menginjak usia 2 tahun giginya sudah tumbuh dan bisa makan nasi.

Adaptasi morfologi pada hewan bisa dilihat dari bentuk tempurung kura-kura. Ketika baru lahir tempurungnya belum terlalu keras, tetapi seiring bertambahnya usia tempurung kura-kura jadi semakin keras. Tempurung ini berfungsi untuk melindungi organ dalam kura-kura, serta menjadi tempat persembunyiannya dari predator.

Ada pula bunglon yang beradaptasi dengan cara kamuflase, yakni berubahnya warna kulit menyerupai lingkungan di sekitarnya. Tujuannya yaitu untuk melindungi diri dari predator.

Selanjutnya yaitu adaptasi morfologi tumbuhan, contohnya kaktus dan sukulen yang kerap dijumpai di wilayah kering seperti gurun. Sukulen menyimpan cadangan airnya di batang dan daun. Kaktus juga menggunakan batangnya sebagai tempat penyimpanan air. Kaktus yang dengan warna duri terang juga berfungsi untuk melindungi dirinya dari teriknya sinar matahari.

 

2. Adaptasi Fisiologi

Adaptasi fisiologi merupakan proses adaptasi yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup dan tidak bisa dilihat secara kasat mata. Pada manusia, adaptasi morfologi ini bisa dilihat dengan berubahnya warna kulit menjadi lebih gelap setelah terpapar teriknya matahari. Saat terkena sinar matahari, kulit secara alami akan memproduksi melanin untuk melindungi dari paparan sinar UVA dan UVB. Nah, melanin ini merupakan pigmen kulit yang bikin kulit terlihat lebih gelap. Jadi, semakin banyak melanin yang diproduksi, kulit juga jadi semakin gelap. 

Adaptasi fisiologi pada hewan bisa dijumpai pada jaring laba-laba. Laba-laba menggunakan beberapa kelenjar dari dalam perutnya untuk menghasilkan protein yang nantinya digunakan untuk membuat jaring laba-laba. Salah satu kelenjar yang disebut ampulla mayor (the major ampullate) inilah yang membuat jaring tersebut kuat. Bahkan, kekuatan jaring laba-laba dipercaya lebih kuat ketimbang baja menurut peneliti Ali Dhinojwala.

“Jaring laba-laba bisa menahan beban berat. Berdasarkan beratnya, sutra di jaring laba-laba lebih kuat daripada baja.” ujarnya kepada Livescience pada 12 November 2010.

Sementara itu, adaptasi fisiologi pada tumbuhan terjadi melalui mekanisme CAM (Crassulacean Acid Metabolism), yaitu kemampuan menyimpan karbondioksida pada malam hari lalu mengeluarkannya pada siang hari. Tumbuhan akan menggunakan karbondioksida ini sebagai bahan fotosintesis. Salah satu tumbuhan yang memiliki kemampuan ini adalah kaktus.


3. Adaptasi Tingkah Laku

Adaptasi tingkah laku merupakan adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungan sehingga menimbulkan perilaku atau kebiasaan baru untuk bertahan hidup. Misalnya, manusia melakukan adaptasi sosial ketika pindah ke lingkungan yang baru. Orang yang hidup di kota mungkin harus belajar bertani ketika ia pindah ke desa. Pasalnya, di desa umumnya para penduduknya berprofesi sebagai petani.


Sementara itu, hewan seperti beruang melakukan hibernasi saat musim dingin tiba. Hibernasi memungkinkan beruang untuk menurunkan suhu tubuhnya hingga 8-12 derajat dan menyimpan lemak sebagai makanannya. Durasi hibernasi beruang juga berbeda-beda, tergantung tempat tinggal mereka. Beruang Alaska bisa berhibernasi hingga 7 bulan, sedangkan beruang dari wilayah yang lebih hangat hanya berhibernasi sekitar 2-5 bulan saja.

Adaptasi tingkah laku pada tumbuhan bisa dijumpai pada tanaman jati. Pohon jati akan menggugurkan daunnya pada musim kemarau. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penguapan sehingga bisa bertahan hidup di kondisi tanah yang kering.


9. Memerlukan suhu lingkungan tertentu
    Suhu lingkungan tersebut  disesuaikan dengan kebutuhan tubuhnya. Manusia yang hidup di daerah pegunungan akan berbeda dengan manusia yang hidup di daerah pesisir pantai.
Begitu pula dengan hewan. Contohnya seperti beruang kutub yang tinggal di daerah kutub dengan suhu rendah atau dingin. Jika beruang kutub ditempatkan di lingkungan dengan suhu hangat pasti tidak dapat bertahan. Tumbuhan yang hidup di lingkungan lembab, akan memiliki daun yang berbeda yaitu tipis dan lebar seperti tumbuhan semanggi. *Masnur, dari berbagai sumber




 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah memberikan masukan

Desain Oleh Masnur Masnur Belajar | Spesial Buat SDIT Ar Rahmah